Sebelum nyambung ke judul posting, gue baru nyadar kalo kebiasaan 'mabok darat' itu bukan genetik. Why? Karena bokap nyokap gue gaada yang mabok darat. Tapi aku? Adalah seorang kapiten. Nope. Gue adalah Mira, si super duper pemabok darat berat.
Unfortunately, itu nurun ke Rifa. Huks....
Jauh-jauh hari mertua nelepon ngajak ke Yogya ketemuan sama ipar. Hal pertama yang terlintas adalah gimana caranya bikin Rifa comfort di mobil tanpa ngamuk dan mabok.
Lalu, datanglah telepon dari Aki (kakek) yang ngajak ke Cirebon. Dipikir-pikir kayaknya bagus juga buat ajang latihan Rifa pergi jarak jauh. Jalan Bandung-Cirebon kan lumayan bolak belok. Kita lihat saja apakah lulus atau failed.
Dan ternyata..... Muntah pas pergi, dan muntah pas pulang.
Huh.. Failed dengan sukses!
Rifa di perjalanan Yogya-Bandung
Dan ketika saatnya tiba, long weekend 20 Maret 2008, pergilah kita ke Yogya. Melalui jalan darat, menyusuri selatan Jawa. It's a very long hard trip. Apalagi Abang ngantuk dan kepaksa gantian nyetir dua kali. Plus macet total di Nagreg selama hampir 2 jam, plus jalan rusak parah di perbatasan Jabar-Jateng, plus plus plus.. Kita berangkat jam 9 dari Bandung, nyampe Yogya jam 23:30. Dan amazing.. Rifa gak muntah!!
Percaya atau nggak, si Hansaplast plus kayu putih berperan penting! Ada yang membisiki gue sebelum pergi jauh, tutup pusar Rifa pake kapas+kayu putih dan hansaplast. Entah siapa yang membisiki, pokonya seseorang dari mail archive after gue googling dengan keyword "mencegah anak mabok darat". Hahahaha!
Naik Bendi di Malioboro
Dan berlanjutlah keseharian di Yogya. Ketemu sama Uwa Tia, Mba Ani, Dang Farrel, Dang Darren, dan eyang-eyang di rumahnya di Kota Gede yang sejuk dan asri. Berwisata dari Malioboro, Parang Tritis dan Kali Urang. And I always love Yogya.
Freak out di pantai Parang Tritis
Gue punya satu rekomendasi buat yang mau wisata ke Yogya. Ada satu resto di daerah atas, jalan menuju Kali Urang. Namanya BOJONG KALEGAN. Tempatnya oke dan makanannya enyak! Menu andalan ikan nila goreng. Kedengerannya sederhana tapi bo... Kita bakal disuguhin sama satu piring guede penih dengan ikan nila ukuran sedang yang digoreng superrrr garrrrink! Enyak enyak enyaaak! Plus tentunya ada wader (ikan kecil2) goreng dan gurame bakar yang gak kalah enak. Urusan makanan enak, Mba Ani dan Uwa Tia emang jagonya deh.
Rifa dan Farrel main masak-masakan
Selain makan, di resto ini kita bisa main rakit. Dan kebeneran yang naik rakit adalah para bapak-bapak yang terbiasa dengan setir, gigi dan kopling. Ketika dikasih dayung yang ada adalah miring, nyaris tenggelam dan setengah kecebur. Hahahahaha...!


Para "rakiters" yang jauh dari handal
Dan begitulah trip ke Yogya yang sangat singkat dan cukup berkesan secara menyenangkan, and a bit traumatic.
Perjalanan pulang, kalo ambil jalur Selatan, gue juga rekomen mampir buat nyobain Es Dawet Item. Ini tu di daerah mana ya.. Pokonya selepas Purworejo kayaknya. Enak bo. Siang-siang seger makan Es Cendol Negro. Itemnya dari merang. Batang padi yang dibakar. Wangi....
Es Dawet Item... Enyak
Dan mendekati perbatasan Jawa Barat, kita akan dibombardir dengan board makanan-makanan yang keliatannya lezat dari Resto Pringsewu Banjar. "Gurame Bakar", "Sop Buntut", dll. Restorannya masih jauh, tapi board'nya udah dipasang puluhan kilo. Dan ketika nyampe, jujur gue kecewa karena nggak seenak yang dibayangkan. And it quite expensive. Satu porsi nasi plus sop iga n ayam bakar dibanderol 43 ribu! Yu mari... Untungnya disitu ada fasilitas kursi pijet. Bayar ceban bisa dipijet 15 menit. Mayan lah buat mertua yang udah stress berat dari pagi.
Rifa gamau difoto sama Nenek Mis
Dan satu lagi yang ngobatin kecewanya gue di Pringsewu, ada kue tart imitasi dan peralatan ulang tahun yang basa dipake crew buat kasi surprise sama pengunjung yang ulang tahun hari itu. Jadi kalo ke Pringsewu pas lagi ultah, tinggal bilang ke pelayan, dan surprise! Datanglah para pegawai bawa kue tart dan lilin dan topi plus satu gelas minuman buat hadiah. And difoto juga yang bisa diambil gratis.
Masalahnya, waktu kita ke Pringsewu gaada yang ultah. Tapi u know kan gimana maniac'nya Rifa sama semua hal yang berbau ultah. Jadi dengan segenap muka tebal dan pede dua juta, gue minjem kue tart dan topi ultah buat Rifa pake dan kita nyanyi Happy Birthday khusus buat dia.
Happy "not yet" birthday
Dan itulah trip pertama Rifa ke Yogyakarta. Sekaligus jadi pengalaman pertama dia duduk hampir 12 jam di dalam mobil. And my baby did it! She's kinda awesome! Ow..Jangan lupa! Kalo mau jalan jauh lagi... Hansaplast plus kapas ditetesin kayu putih! Tempel di puser and it damn worked!!